Jumat, 04 Januari 2013

UJI PLTA SKALA KECIL DI LABORATORIUM CIPAYUNG

Sentral 4 dan 3 LTA Cipayung
Silahkan Klik Topik Lainnya :



Kalau anda dari Jakarta berwisata ke daerah puncak, hanya sekitar sepuluh menit perjalanan mobil dari pintu tol Gadog , sampailah di Cipayung .  Di lokasi tersebut terletaklah  suatu Laboratorium Tenaga Air  milik PLN Puslitbang Ketenagalistrikan yang ikut mendampingi Indonesia pada tahun 1970-an sampai 1980-an membangun berbagai PLTM/ PLTMH di seluruh Indonesia.
Pada lokasi tersebut terdapat PLTM dengan kapasitas 250 kW, jadi bagi anda yang berdomisili di kota Jakarta dan ingin tahu sebenarnya pembangkit listrik tenaga air tersebut seperti apa, maka pada Laboratorium tersebut dapat melihat PLTA sebenarnya, dengan kapasitas yang kecil tentunya.
Dengan adanya laboratorium tenaga air yang telah beroperasi sejak tahun 1972 tersebut, maka pengujian turbin air khususnya turbin air untuk PLTM atau PLTMH dapat dilakukan secara nyata pada kondisi yang serupa dengan di lapangan.
Deskripsi Laboratorium Tenaga Air Cipayung
Pada dasarnya laboratorium tenaga air Cipayung sama dengan suatu  PLTMH  (saat ini secara umum pembangkit listrik tenaga air dengan kapasitas dibawah 1.000 kW dikelompokkan sebagai PLTMH) dengan kapasitas 250 KW.  Bagian-bagian atau bangunan-bangunan PLTMH tersebut juga sama dengan PLTMH konvensional. Yang membedakannya dengan PLTMH biasa, pada laboratorium tenaga air Cipayung, terdapat 4 buah sentral pada elevasi yang berbeda-beda, sehingga pengujian turbin air dapat dilakukan pada head yang berbeda-beda serta debit yang juga dapat diatur.
Secara skematis lay-out laboratorium tenaga air Cipayung adalah sebagai berikut :
Lay-out LTA Cipayung
Dari gambar tersebut terlihat bahwa air untuk laboratorium tenaga air Cipayung berasal dari Sungai Ciliwung yang dinaikkan permukaannya oleh bendung (weir). Air tersebut dialirkan melewati saluran terbuka sepanjang sekitar 2 km menuju ke kolam tando. Dari kolam tando air tersebut dialirkan melalui pipa pesat ke bawah menuju  ke masing-masing sentral, dengan urutan sentral 1 paling tinggi dan sentral 4 yang paling rendah. Dengan demikian pipa pesat dari laboratorium Cipayung dibuat bercabang dan dilengkapi valve untuk memasok air untuk pengujian turbin pada masing-masing sentral.
Kolam Tando sedang dikeringkan
Khusus pada sentral 4 yang paling bawah dipasang instalasi turbin generator yang permanen, sehingga jika tidak ada sentral nomor 1, 2 dan 3 maka laboratorium tersebut persis sama dengan PLTMH. Dari sentral 4, air yang telah memutar turbin mengalir melalui tailrace dan kembali ke sungai Ciliwung.
Peralatan lainnya yang ada mencakup saringan air, saluran pelimpas, serta dummy load. Saluran pelimpas selain terdapat di saluran dan kolam tando, juga terdapat pada sentral 1, 2 dan 3. Khususnya pada sentral 4, listrik yang mengalir dari generator  dengan tegangan 400 V, langsung disalurkan ke jaringan 20 kV lewat trafo 400 V/ 20 kV.
Berikut adalah spesifikasi head dan debit masing-masing sentral :
1.      Sentral 1
     Head           :           1,5 m – 6,0 m
     Discharge    :           2 m3/s(max)
  1. Sentral 2
     Head           :           10 m - 13 m
     Discharge    :           2 m3/s(max)
  1. Sentral 3
     Head           :           27 m - 32 m
     Discharge    :           1,6 m3/s(max)
  1. Sentral 4
     Head           :           42 m - 47 m
     Discharge    :           1,6 m3/s(max)
Turbin-generator set Cross-flow 25 kW produksi Pusharlis
Pengujian Yang Telah Dilakukan
Selama berdirinya laboratorium tenaga air Cipayung telah melaksanakan berbagai pengujian turbin mini dan mikro sebagai berikut :
  1. Sentral 1 :
     Francis open flume dengan spesific speed (ns) = 331
     Kaplan drum casing, ns = 700
     Francis spiral case horizontal shaft, ns = 331
     Mitsubishi cross flow turbine
     Fuji Electric Micro Kaplan turbine
  1. Sentral 2  :
     Francis spiral case (concrete), ns = 331
     Propeler tube type
     Cross flow turbine
  1. Sentral 3 :
     Francis spiral case horizontal shaft, ns = 331
     Francis spiral case horizontal shaft, ns = 200
  1. Sentral 4 :
     Francis spiral case horizontal shaft, ns = 150, Diameter Runner 12,6 “
     Francis spiral case horizontal shaft, ns = 150, Diameter Runner 20,0 “
     Pelton, ns = 26, Diameter runner 396 mm
     Pelton, ns = 26, Diameter runner 910 mm
     Turbin cross flow 130 kW desain PLN LITBANG
     Turbin cross flow PT PINDAD
     Uji Coba Load Controller s.d. 50 kW, kerja sama dengan PT LEN
Turbin dan generator sentral 4
Tailrace
Desain Turbin Air
Selama berdirinya laboratorium tenaga air Cipayung, dalam rangka pengembangan listrik tenaga air di Indonesia PLN Puslitbang telah berhasil melaksanakan penelitian dan merancang turbin air yang selanjutnya dimanufaktur oleh bengkel atau pabrik di dalam negri dan selanjutnya dipasang pada berbagai pembangkit listrik mini dan mikro di Indonesia.
Berikut adala daftar PLTM / PLTMH terpasang yang desainnya dibuat oleh PLN Puslitbang dan diproduksi oleh bengkel-bengkel dan pabrik di dalam negri (Subari Rudi, Tonny Sarief, Sriyanto, 2001) :
NO.
Nama PLTM
Propinsi
Jenis Turbin
Debit (m3/det)
Daya (HP)
1.
Lempur
Jambi
Francis
0,400
122
2.
Maja
Jawa Barat
Francis
0,925
113
3.
Narmada
NTB
Francis
1,000
160
4.
Pakisbaru
Jawa Timur
Pelton
0.135
175
5.
Sawidago
Sulawesi Tengah
Francis
1,050
172
6.
Bajawa
NTT
Francis
0,470
233
7.
Kota Anau
Sumatra Barat
Francis
0,900
240
8.
Talang Krasak
DIY
Francis
5,600
428
9.
Kepala Curup
Bengkulu
Francis
2,000
1.384
10.
Muara Labuh
Sumatra Barat
Francis
2,350
740
11.
Hanga-hanga
Sulawesi Tengah
Pelton
0,155
1.860
12.
Tonjong
Jawa Tengah
Francis
1,255
284
13.
Sungai Puar
Sumatra Barat
Pelton
0,180
216
14.
Tenga
Sulawesi Utara
Francis
1,000
242
15.
Pontak
Sulawesi Utara
Francis
2,100
100
16.
Gunung Tua
Jawa Barat
Francis
1,200
1.156
Penutup
Demikianlah sekilas tentang laboratorium tenaga air yang ada di Cipayung serta kiprahnya dalam pengembangan listrik tenaga air di Indonesia. Mudah-mudahan pada masa mendatang kita dapat lebih memanfaatkan potensi tenaga air ada di Indonesia.
Jakarta, 4 Januari 2013
------------------------
Tulisan Terkait Lain :

2 komentar:

  1. selamat pagi pak Jonny. Untuk berkunjung ke lokasi PLTM Cipayung, harus berijin kepada siapa ya? apakah Litbang yang di Duren 3 atau dimana? terima kasih.

    BalasHapus